Friday, April 5, 2013

Sejarah Olahraga Renang Di Dunia

Sejarah Olahraga Renang Di Dunia – Renang telah dikenal sejah zaman pra-sejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Di Jepang, renang adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai. Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 sebelum Masehi.


Pertandingan renang yang memperebutkan gelar juara telah dimulai di Eropa sekitar tahun 1800 dan sebagian besar menggunakan gaya dada. Renang gaya bebas pertama kali dikenalkan oleh Arthur Trudgen. Gaya ini kemudian mulai dikombinasikan dengan gaya kaki yang menendang oleh Richard Cavill pada 1902. Di abad pertengahan, renang termasuk dalam tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang dengan membawa senjata.



Sejarah Olahraga Renang Di Dunia



Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang dipertandingkan dari rencana semula enam nomor. Masing-masing adalah nomor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade kedua diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1900 dan mempertandingkan nomor 200 m, 1.000 m, 4.000 m, nomor bebas, 200 m gaya dada, dan 200 m nomor beregu.


Persatuan Renang Internasional (Federation Internationale De Natation De Amateur/FINA) dibentuk tahun 1908 semula menetapkan, gaya kupu-kupu adalah variasi gaya dada. Gaya ini baru menjadi gaya terpisah di tahun 1952. Wanita baru diperkenankan ikut pertandingan renang pada Olimpiade 1912 di Stockholm, Belanda.


Gaya bebas, yang kemudian disebut the trudgen, diperkenalkan pada tahun 1973 oleh John Arthur Trudgen, menirunya dari Orang Amerika asli. Renang menjadi bagian dari pertandingan Olympiade modern yang pertama tahun 1896 di Atena. Pada tahun 1902 the trudgen diperbaharui oleh Richard Cavill, menggunakan sentakan mengibas. Pada tahun 1908, asosiasi renang sedunia, Federasi Renang Amatir International (FINA/ Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk. Gaya kupu-kupu pertama kali merupakan variasi dari gaya dada, sampai akhirnya ia diterima sebagai gaya yang terpisah pada tahun 1952.


Era Olimpiade modern setelah tahun 1896


Pertandingan Olimpiade dilangsungkan pada tahun 1896 di Athena. Kompetisi khusus kaum pria (lihat juga renang pada olimpiade musim panas 1896). Enam pertandingan telah direncanakan, namun hanya empat yang betul-betul diselenggarakan: 100 m, 500 m, dan 1200 m gaya bebas dan 100 m untuk pelaut. Medali emas pertama dimenangkan oleh Alfred Hajos dari Hungaria dengan catatan waktu 1:22.20 untuk 100 m gaya bebas.


Hajos juga memenangkan pertandingan 1200 m, dan tidak mampu memenangkannya pada 500 m, dimana dimenangkan oleh Paul Neumann dari Australia. Kompetisi renang lainnya dari 100 m untuk para pelaut termasuk tiga pelaut Yunani di Teluk Zea dekat Piraeus, dimulai dengan perahu dayung. Pemenangnya adalah Ioannis Malokinis dengan catatan waktu dua menit dan 20 detik. Perlombaan 1500 m juga diadakan.


Pada tahun 1897 Kapten Henry Sheffield membuat kaleng penyelamat atau silinder penyelamat, yang sekarang dikenal sebagai alat bantu penyelamat di Baywatch. Bagian ujungnya membuatnya meluncur lebih cepat dipermukaan air, meskipun itu dapat menyebabkan cidera. Pertandingan Olimpiade kedua dilaksanakan di Paris tahun 1900 menampilkan 200 m, 1000 m, dan 4000 m gaya bebas, 200 m gaya punggung, dan 200 m perlombaan beregu (lihat juga Renang pada Olimpiade musim panas tahun 1900).


Ada dua tambahan pertandingan renang yang tidak biasa (meskipun cukup umum pada waktu itu), hambatan pelaksanaan renang di sungai Seine (berenang bersama arus), dan perlombaan renang didalam air. 4000 m gaya apa saja dimenangkan oleh John Arthur Jarvis dengan catatan waktu dibawah satu jam, perlombangan renang Olimpiade terpanjang yang pernah diadakan. Gaya punggung juga diperkenalkan pada pertandingan Olimpiade di Paris, demikian juga halnya dengan polo air. Klub Renang Osborne dari Manchester mengalahkan team klub dari Belgia, Perancis dan Jerman dengan sangat mudah.


Gaya Trudgen dikembangkan oleh guru renang dan perenang Australia keturunan Inggris bernama Richard (Fred, Frederick) Cabill. Seperti Trudgen, dia memperhatikan penduduk asli dari kepulauan Solomon, menggunakan gaya bebas. Namun berbeda dengan Trudgen, dia melihat tendangan mengibas, dan mempelajarinya dengan seksama. Dia menggunakan sentakan mengibas yang baru ini dari pada gaya dada atau tendangan menggunting dari Trudgen.


Dia menggunakan gerakan ini pada tahun 1902 di Kejuaraan Internasional di Inggris untuk menciptakan rekor dunia yang baru dengan berenang di luar gaya yang dilakukan oleh semua perenang Trudgen pada 100 yard dengan catatan waktu 0:58.4 (beberapa sumber mengatakan bahwa itu adalah anaknya dalam catatan waktu 0:58.8). dia mengajarkan gaya ini kepada keenam anaknya, masing-masing nantinya menjadi perenang kejuaraan.


Teknik menjadi dikenal sebagai gaya bebas Australia hingga tahun 1950, ketika ia diperpendek menjadi gaya bebas saja, secara teknik dikenal sebagai front crawl. Olimpiade tahun 1904 di St. Louis meliputi perlombaan 50 yard, 100 yard, 220 yard, 440 yard, 880 yard dan satu mil gaya bebas, 100 yard gaya punggung dan 440 yard gaya dada, dan 4*50 yard gaya bebas beranting (lihat juga renang olimpiade musim panas tahun 1904).


Perlombaan ini membedakan antara gaya dada dengan gaya bebas, sehingga sekarang ada dua gaya yang ditetapkan (gaya dada dan gaya punggung) dan gaya bebas, dimana sebagian besar orang berenang dengan gaya Trudgen. Perlombaan ini juga menggambarkan kompetisi untuk lompat jauh, dimana jarak tanpa berenang, setelah melompat kedalam kolam renang diukur.


Pada tahun 1907 perenang Annette Kellerman dari Australia mengunjungi Amerika Serikat sebagai “penari balet dalam air”, versi lain dari penyelarasan renang, menyelam kedalam tangki gelas. Dia ditangkap karena mempertontonkan hal yang tidak sopan, dimana baju renangnya menampakkan lengan, kaki dan leher.


Kellerman merubah baju renangnya menjadi berlengan panjang, celana yang lebih panjang, serta kerah, namun tetap mempertahankan pakaian ketatnya yang menampakkan bentuk tubuh di bawahnya. Dia kemudian membintangi beberapa film, salah satunya tentang kehidupan pribadinya. Pada tahun 1908, asosiasi renang dunia Federasi Renang Amatir Internasional (FINA/Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk.


Seiring dengan perkembangan olahraga renang, renang semakin popular. Penggemar renang semakin bertambah. Bahkan, seringkali anak-anak diajarkan renang pada usia sangat dini.


Referensi :


http://map-bms.wikipedia.org/wiki/Renang


http://falcon5887.multiply.com/journal/item/2



Sejarah Olahraga Renang Di Dunia

Thursday, April 4, 2013

Media Sosial Dan Upaya Rekonstruksi Modal Sosial

Media Sosial Dan Upaya Rekonstruksi Modal Sosial – Dalam sepekan terakhir ini, Kota Jakarta mengalami musibah banjir yang telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian di jantung Ibukota tersebut. Korban pun berjatuhan. Tak sedikit pengungsi yang menempati kantong-kantong pengungsian dan membutuhkan bantuan. Penggalangan bantuan pun dilakukan oleh berbagai pihak, baik berupa uang maupun pakaian, makanan, minuman, tenda, sampai perahu karet.



M. Hidayat Nahwi Rasul



Dibalik hiruk-pikuk peristiwa tersebut, kehadiran media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Berbagai media sosial, misalnya twitter dan facebook, telah berperan penting sebagai salah satu diseminasi informasi bencana. Di media sosial tersebut juga tersebar informasi terkait penggalangan dana dan bantuan lainnya yang sangat penting dalam upaya pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.


Media sosial telah digunakan sebagai informasi penyaluran bantuan, informasi titik-titik daerah yang mendesak membutuhkan bantuan, undangan menjadi sukarelawan, dan sebagainya. Pada titik inilah, media sosial kembali menunjukkan sisi “sosial” melalui sarana aksi-aksi sosial yang melintasi aneka sekat perbedaan. Selain itu, media sosial pun bahkan dapat menjadi sarana keluh kesah para korban banjir. Di tengah terputusnya jalur lalu lintas dan aliran listrik, akses informasi menjadi hal yang fundamental. Disinilah internet, khususnya media sosial, memainkan peranan penting. Harian Kompas edisi Sabtu (19/01) bahkan mengangkat peristiwa tersebut sebagai berita utama. Mengutip pernyataan sosiolog Imam Prasodjo, banjir Jakarta menjadi momentum bagi setiap orang untuk menolong sesamanya. Panggilan solidaritas sosial ini secara alami muncul ketika melihat orang lain menderita. Dengan media sosial dan aplikasi teknologi, solidaritas sosial akan makin solid tergalang dan mampu mengatasi berbagai macam kesulitan.


Dalam kehidupan masyarakat modern, teknologi informasi telah menjadi bagian yang sangat penting. Kehadirannya telah memasuki semua elemen kehidupan. Salah satu bagian yang tidak terpisahkan adalah kehadiran media sosial. Media sosial sudah menjadi bagian dari sehari-hari dan bahkan telah menjadi gaya hidup. Menurut sebuah penelitian, 70 jutaan orang di Indonesia telah tersambung dengan internet dan 60% diantaranya telah menggunakan media sosial facebook, twitter, youtube, dan semacamnya.


Media sosial adalah sebuah media online, dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Media sosial memiliki ciri tersendiri yang tidak dimiliki oleh media-media komunikasi lainnya, diantaranya pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet.


Selain itu, pesan yang di sampaikan dalam media sosial juga cenderung bebas atau tanpa harus melalui suatu gatekeeper. Ciri lain dari media sosial adalah pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat dibanding media lainnya dan penerima pesan yang menentukan waktu interaksi.


Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju, maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia.


Media sosial telah membangun networking  atau jaringan tanpa batas negara, agama, ideologi, dan mampu memunculkan nilai-nilai baru, misalnya; kepedulian/care, sharing, narsis, kejujuran hingga  ekonomi kreatif. Respon yang cepat dan upload-updating tentang suatu kejadian melalui media sosial  mendorong terwujudnya atmosfir komunikasi yang semakin berkualitas disemua level kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara. Tentu hal ini dapat terwujud bila dalam memanfaatkan media sosial didasari oleh prinsip-prinsip jujur, peduli, dan keinginan berbagi (share).


Mengutip pemikiran Hanifan, konsep social capital atau modal sosial merupakan aset atau modal nyata yang penting dalam hidup bermasyarakat. Modal sosial termasuk kemauan baik, rasa bersahabat, saling simpati, serta hubungan sosial dan kerjasama yang erat antara individu dan keluarga yang membentuk suatu kelompok sosial.


Fukuyama (1999) menyatakan bahwa modal sosial memegang peranan yang sangat penting dalam memfungsikan dan memperkuat kehidupan masyarakat modern. Modal sosial merupakan syarat yang harus dipenuhi bagi pembangunan manusia, pembangunan ekonomi, sosial, politik, dan stabilitas demokrasi. Berbagai permasalahan dan penyimpangan yang terjadi di berbagai negara utamanya adalah akibat lemahnya modal sosial yang tumbuh di tengah masyarakat. Modal sosial yang lemah akan meredupkan semangat gotong royong, memperparah kemiskinan, meningkatkan pengangguran, kriminalitas, dan menghalangi setiap upaya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.


Bangsa Indonesia sejak lama telah lama dikenal sebagai bangsa yang ramah dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan yang dituangkan dalam semangat gotong-royong. Gotong-royong bukan saja kekayaan sosial-budaya, tetapi juga modal sosial yang hampir secara merata dijumpai pada setiap sub-kultur masyarakat Indonesia. Namun, seiring dengan perubahan jaman yang diwarnai modernisasi di segala bidang, modal sosial yang sempat dianggap sebagai keunggulan komparatif bangsa Indonesia mulai menipis.


Optimalisasi pemanfaatan media sosial ke arah yang positif diyakini mampu mengembalikan semangat gotong-royong sebagai salah satu modal sosial yang selama ini terpinggirkan. Media sosial memiliki peran dalam membangun kembali modal sosial yang dilakukan dengan metode rekonstruksi sosial, yakni membangun kepedulian sosial yang pada akhirnya akan menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, serta mendorong kemandirian dan ekonomi kreatif. Dalam hal ini, rekonstruksi modal sosial akan meningkatkan kualitas sendi-sendi kehidupan dalam masyarakat, baik secara politik, ekonomi, maupun sosial budaya.

Kitapun optimis bahwa media sosial dapat menjadi perekat bangsa dan secara alami menseleksi nilai-nilai baru memperkaya modal sosial, semoga !


Oleh: M. Hidayat Nahwi Rasul

President Keluarga Hijau Indonesia

www.hidayatnr.org



Media Sosial Dan Upaya Rekonstruksi Modal Sosial

Home Interior Design in Raleigh North Carolina

Home Interior Design in Raleigh North Carolina -  American style interior design look does not have much detail and more affirming warmth. The arrangement system of American style interior design can generally be applied to just about any type of home and can be applied on the narrow house or wide home. Home interior design setup use Western style or American style looks simpler and create warm impression than the simple classic style. American style is not only beautiful, but also capable for delivering a special impression on the room so that it more visible. American style in general many applied on home interior design in Raleigh, North Carolina. The modern society lifestyle in Raleigh, North Carolina very accordance with the American interior design that give priority to simple, elegant and friendly concept.



Home Interior Design in Raleigh North Carolina 300x163 Interior Design Ideas Pictures

Home Interior Design in Raleigh North Carolina



1. Characters of home interior design in Raleigh


House interior design in Raleigh, North Carolina usually always put a fireplace in the family room. If summer comes, the fireplace doesn’t work so they make the fireplace area as television shelf or as a place to put some of your memories photo collection with family. For your living room, they apply a neutral wall color or apply simple wallpaper like a flower. American style furniture usually blends the classic model so that result the oval or circle form at furniture. Almost all the furniture was used in the American style, no one has a stiff. The material used is generally made from wood and given the overburden consists of fabric or leather.


While about color selection, American style is more often apply natural colors such as variation of brown and green color. Usually the color is often used in the living room is dominated by chocolate, ranging from the old brown to beige or yellow. While fresh colors such as green is more often used for applications accessories such as rugs or wall hangings. Interior design classic American style is emphasis on details, beautiful feminine, unlike modern American interior designs that do not have a lot of detail and tend to be simple.


2. Designer for home interior design in Raleigh


There are a lot of designer for home interior design in Raleigh such as Angela Pence. She is the founder and chief designer of Angela Pence Interior Design. She is an active chapter member of ASID and is certified by the National Council of Interior Designers, NCIDQ. Angela has over eight years of interior design experience and her creative talents were most recently displayed at the 2008 ASID show house in Ramblewood development at North Hills, the booming area now known as Raleigh’s Midtown.


The other designer from Raleigh is Judy Pickett. An incredibly committed and focused practitioner, Judy started on her journey with a design degree from Florida State University. Today, her projects span the east coast and her involvement with ASID (she’s been a professional member since 1977) extends from the local to national level. In fact, at the 2005 ASID national conference, she was elevated to The College of Fellows – the highest honor bestowed on members. Judy founded Design Lines three decades ago with the goal of providing truly professional interior design services – using her knowledge and experience to meet both the aesthetic and functional needs of her clients.



Home Interior Design in Raleigh North Carolina